Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan mata pelajaran esensial di Sekolah Dasar (SD) yang bertujuan untuk mengembangkan aspek fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik melalui aktivitas jasmani. Di kelas 3 SD, pembelajaran PJOK difokuskan pada penguatan pemahaman dan keterampilan gerak dasar yang lebih kompleks serta pengenalan berbagai jenis permainan sederhana. Semester pertama kelas 3 menjadi periode penting untuk mengukur sejauh mana siswa telah menguasai konsep-konsep dasar ini.
Artikel ini akan membahas secara rinci contoh-contoh soal praktik PJOK untuk siswa kelas 3 SD semester 1. Pembahasan akan mencakup berbagai ranah keterampilan gerak yang umum diajarkan, seperti gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif, serta beberapa aspek kesehatan dasar yang relevan. Setiap contoh soal akan dijelaskan secara terperinci, meliputi tujuan pembelajaran, instruksi pelaksanaan, kriteria penilaian, dan tips bagi guru dalam memfasilitasi proses praktik.
Outline Artikel:

-
Pendahuluan
- Pentingnya PJOK di Kelas 3 SD.
- Fokus pembelajaran PJOK semester 1 kelas 3.
- Tujuan artikel: Memberikan contoh soal praktik yang relevan.
-
Prinsip Dasar Penilaian Praktik PJOK
- Penilaian otentik: Mengukur keterampilan nyata.
- Fokus pada proses dan hasil.
- Aspek yang dinilai: Keterampilan gerak, pemahaman, sikap (disiplin, kerja sama).
-
Contoh Soal Praktik Gerak Lokomotor
- Pengertian Gerak Lokomotor: Gerakan yang memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain.
- Contoh Soal 1: Lari Lurus dan Berbelok
- Tujuan: Melatih kemampuan lari dengan kontrol arah.
- Instruksi: Lari lurus sejauh 10 meter, lalu berbelok 90 derajat ke kanan, dan lari lurus lagi sejauh 5 meter.
- Kriteria Penilaian: Kecepatan lari, ketepatan arah belokan, keseimbangan saat berlari, postur tubuh.
- Tips Guru: Buat lintasan yang jelas, berikan aba-aba yang tegas, berikan pujian atas usaha.
- Contoh Soal 2: Lompat Jauh Gaya Tanpa Awalan
- Tujuan: Melatih kekuatan tungkai dan koordinasi gerakan.
- Instruksi: Berdiri di garis awal, lakukan tolakan dengan dua kaki, lalu melayang di udara, dan mendarat dengan dua kaki.
- Kriteria Penilaian: Kekuatan tolakan, jarak lompatan, keseimbangan saat melayang dan mendarat, kesiapan otot.
- Tips Guru: Sediakan area pendaratan yang aman (misal: matras atau pasir), demonstrasikan gerakan dengan benar, fokus pada teknik dasar tolakan dan pendaratan.
- Contoh Soal 3: Jalan Cepat dan Berhenti Tiba-Tiba
- Tujuan: Melatih kemampuan mengontrol kecepatan dan reaksi.
- Instruksi: Jalan cepat sejauh 15 meter, kemudian berhenti tepat saat guru memberi isyarat (misal: tepukan tangan).
- Kriteria Penilaian: Kecepatan jalan, ketepatan berhenti, keseimbangan saat berhenti, kesigapan merespon isyarat.
- Tips Guru: Variasikan aba-aba berhenti, perhatikan siswa yang kesulitan mengontrol gerakan.
-
Contoh Soal Praktik Gerak Non-Lokomotor
- Pengertian Gerak Non-Lokomotor: Gerakan yang dilakukan tanpa memindahkan tempat.
- Contoh Soal 1: Gerakan Membungkuk dan Meluruskan Badan
- Tujuan: Melatih kelenturan otot punggung dan kaki.
- Instruksi: Berdiri tegak, kemudian membungkuk perlahan hingga tangan menyentuh ujung kaki (atau sedekat mungkin), lalu kembali ke posisi tegak.
- Kriteria Penilaian: Kelenturan saat membungkuk, kelurusan punggung (jika memungkinkan), kontrol gerakan saat kembali ke posisi tegak.
- Tips Guru: Tekankan gerakan yang halus dan bertahap, hindari memaksa, berikan variasi dengan mengangkat tangan ke atas saat meluruskan badan.
- Contoh Soal 2: Gerakan Memutar Lengan dan Pergelangan Tangan
- Tujuan: Melatih mobilitas sendi bahu dan pergelangan tangan.
- Instruksi: Lakukan gerakan memutar lengan ke depan searah jarum jam sebanyak 5 kali, lalu ke belakang berlawanan arah jarum jam sebanyak 5 kali. Selanjutnya, putar pergelangan tangan searah jarum jam 5 kali dan berlawanan arah jarum jam 5 kali.
- Kriteria Penilaian: Kelancaran gerakan, jangkauan putaran, kontrol gerakan.
- Tips Guru: Lakukan demonstrasi yang jelas, minta siswa melakukan secara perlahan untuk merasakan gerakan sendi.
- Contoh Soal 3: Gerakan Mengayunkan Kaki ke Depan dan ke Samping
- Tujuan: Melatih keseimbangan dan kekuatan otot tungkai.
- Instruksi: Berdiri tegak dengan satu kaki sebagai tumpuan, ayunkan kaki yang lain ke depan sejauh mungkin, lalu kembali ke posisi semula. Ulangi gerakan mengayunkan kaki ke samping.
- Kriteria Penilaian: Keseimbangan saat mengayun, jangkauan ayunan kaki, kontrol gerakan.
- Tips Guru: Sediakan pegangan (misal: tembok atau kursi) bagi siswa yang kesulitan menjaga keseimbangan, fokus pada gerakan yang terkontrol, bukan kecepatan.
-
Contoh Soal Praktik Gerak Manipulatif
- Pengertian Gerak Manipulatif: Gerakan yang melibatkan penggunaan alat.
- Contoh Soal 1: Melempar Bola ke Sasaran
- Tujuan: Melatih kemampuan melempar dengan akurasi.
- Instruksi: Berdiri di garis lempar, lempar bola tenis (atau bola plastik) ke arah sasaran (misal: keranjang atau lingkaran di dinding) dari jarak 3 meter. Lakukan 5 kali lemparan.
- Kriteria Penilaian: Akurasi lemparan (berapa kali bola masuk sasaran), kekuatan lemparan, sikap tubuh saat melempar.
- Tips Guru: Pilih bola yang aman dan mudah digenggam, tentukan ukuran sasaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, berikan umpan balik konstruktif untuk setiap lemparan.
- Contoh Soal 2: Menangkap Bola Pantul
- Tujuan: Melatih koordinasi mata-tangan dan kemampuan menangkap bola.
- Instruksi: Berdiri tegak, pantulkan bola ke lantai di depan Anda, lalu tangkap bola yang memantul kembali. Lakukan 5 kali tangkapan.
- Kriteria Penilaian: Ketepatan waktu menangkap, kelembutan tangan saat menangkap, tidak menjatuhkan bola.
- Tips Guru: Gunakan bola yang memiliki pantulan baik, tunjukkan cara posisi tangan yang benar untuk menangkap, berikan instruksi untuk fokus pada bola.
- Contoh Soal 3: Menendang Bola ke Dinding
- Tujuan: Melatih kemampuan menendang bola dengan arah yang tepat.
- Instruksi: Berdiri di depan dinding, tendang bola plastik (atau bola sepak ukuran kecil) ke arah dinding. Lakukan 5 kali tendangan.
- Kriteria Penilaian: Arah tendangan, kekuatan tendangan, posisi kaki saat menendang, ketepatan sasaran pada dinding.
- Tips Guru: Gunakan bola yang tidak terlalu keras agar aman, tentukan area sasaran pada dinding, tekankan penggunaan bagian depan kaki (punggung kaki) untuk menendang.
-
Penilaian Sikap dan Pemahaman
- Observasi selama praktik: Disiplin, kerja sama, sportivitas, antusiasme.
- Pertanyaan lisan singkat setelah praktik: "Mengapa penting melakukan pemanasan sebelum berolahraga?", "Sebutkan satu contoh gerak lokomotor yang kamu pelajari hari ini."
-
Penutup
- Pentingnya variasi dalam latihan.
- Peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.
- Mendorong siswa untuk terus berlatih.
Memahami Gerak Dasar dalam PJOK SD
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan mata pelajaran esensial di Sekolah Dasar (SD) yang bertujuan untuk mengembangkan aspek fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik melalui aktivitas jasmani. Di kelas 3 SD, pembelajaran PJOK difokuskan pada penguatan pemahaman dan keterampilan gerak dasar yang lebih kompleks serta pengenalan berbagai jenis permainan sederhana. Semester pertama kelas 3 menjadi periode penting untuk mengukur sejauh mana siswa telah menguasai konsep-konsep dasar ini.
Artikel ini akan membahas secara rinci contoh-contoh soal praktik PJOK untuk siswa kelas 3 SD semester 1. Pembahasan akan mencakup berbagai ranah keterampilan gerak yang umum diajarkan, seperti gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif, serta beberapa aspek kesehatan dasar yang relevan. Setiap contoh soal akan dijelaskan secara terperinci, meliputi tujuan pembelajaran, instruksi pelaksanaan, kriteria penilaian, dan tips bagi guru dalam memfasilitasi proses praktik.
Prinsip Dasar Penilaian Praktik PJOK
Penilaian dalam PJOK praktik haruslah bersifat otentik, artinya mengukur keterampilan yang sesungguhnya dilakukan oleh siswa dalam situasi yang menyerupai kegiatan sehari-hari atau permainan. Penilaian ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses bagaimana siswa mencapai hasil tersebut. Aspek-aspek yang dinilai meliputi:
- Keterampilan Gerak: Sejauh mana siswa mampu melakukan gerakan dasar dengan benar, efisien, dan terkontrol.
- Pemahaman Konsep: Kemampuan siswa untuk mengaitkan gerakan yang dilakukan dengan konsep-konsep PJOK yang telah diajarkan.
- Sikap: Perilaku siswa selama kegiatan praktik, seperti kedisiplinan mengikuti instruksi, kerja sama dengan teman, sportivitas, dan antusiasme dalam berpartisipasi.
Guru perlu merancang penilaian yang adil, jelas, dan memberikan umpan balik yang membangun agar siswa termotivasi untuk terus belajar dan berkembang.
Contoh Soal Praktik Gerak Lokomotor
Gerak lokomotor adalah gerakan yang memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Pada tingkat kelas 3, siswa diharapkan mampu melakukan variasi gerak lokomotor dengan lebih terkontrol dan bervariasi.
Contoh Soal 1: Lari Lurus dan Berbelok
- Tujuan Pembelajaran: Melatih kemampuan siswa dalam melakukan lari dengan kontrol arah yang baik, serta melatih koordinasi gerakan tubuh saat mengubah arah.
- Instruksi Pelaksanaan:
- Siswa diminta berdiri di garis start.
- Guru akan memberikan aba-aba "Mulai!".
- Siswa berlari lurus sejauh 10 meter mengikuti lintasan yang telah ditentukan.
- Di ujung lintasan lurus pertama, siswa harus berbelok 90 derajat ke arah kanan (atau kiri, sesuai instruksi guru).
- Setelah berbelok, siswa melanjutkan lari lurus lagi sejauh 5 meter menuju garis finis.
- Kriteria Penilaian:
- Kecepatan Lari: Seberapa cepat siswa menyelesaikan lintasan.
- Ketepatan Arah Belokan: Apakah siswa berbelok sesuai instruksi (90 derajat) dan tidak keluar dari jalur.
- Keseimbangan saat Berlari: Apakah tubuh siswa stabil saat berlari lurus maupun saat berbelok.
- Postur Tubuh: Apakah gerakan lengan dan kaki terkoordinasi dengan baik saat berlari.
- Tips Guru: Pastikan lintasan lari dan area belokan jelas ditandai. Berikan demonstrasi gerakan belok yang benar. Berikan pujian atas usaha siswa, terutama bagi yang menunjukkan peningkatan.
Contoh Soal 2: Lompat Jauh Gaya Tanpa Awalan
- Tujuan Pembelajaran: Melatih kekuatan otot tungkai untuk melakukan tolakan, serta melatih kemampuan melayang dan mendarat dengan seimbang.
- Instruksi Pelaksanaan:
- Siswa berdiri di belakang garis tolakan yang telah ditentukan.
- Siswa mengambil ancang-ancang singkat dengan mengayunkan lengan ke belakang.
- Melakukan tolakan kuat menggunakan kedua kaki secara bersamaan.
- Saat di udara, siswa berusaha menjaga keseimbangan dan mengayunkan lengan untuk membantu dorongan.
- Mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan, lutut sedikit ditekuk untuk meredam benturan.
- Kriteria Penilaian:
- Kekuatan Tolakan: Seberapa jauh siswa dapat mendorong dirinya dari tanah.
- Jarak Lompatan: Pengukuran jarak dari garis tolakan hingga titik pendaratan terdekat tubuh siswa.
- Keseimbangan saat Melayang dan Mendarat: Apakah siswa mampu menjaga postur tubuhnya agar tidak jatuh ke depan atau ke belakang saat mendarat.
- Kesiapan Otot: Kemampuan otot tungkai untuk melakukan gerakan eksentrik (menahan beban) saat mendarat.
- Tips Guru: Sediakan area pendaratan yang aman seperti matras atau hamparan pasir yang cukup luas. Demonstrasikan teknik tolakan dan pendaratan dengan benar. Fokus pada teknik dasar, bukan jarak maksimal yang dicapai siswa pada tahap awal ini.
Contoh Soal 3: Jalan Cepat dan Berhenti Tiba-Tiba
- Tujuan Pembelajaran: Melatih kemampuan siswa dalam mengontrol kecepatan berjalan dan merespon aba-aba berhenti dengan cepat dan tepat.
- Instruksi Pelaksanaan:
- Siswa diminta berjalan cepat di sepanjang lintasan yang ditentukan (misal: 15 meter).
- Guru akan memberikan aba-aba berhenti secara mendadak (misalnya dengan tepukan tangan atau kata "Berhenti!").
- Siswa harus segera menghentikan gerakan berjalannya pada saat itu juga.
- Kriteria Penilaian:
- Kecepatan Jalan: Seberapa cepat siswa berjalan pada fase berjalan cepat.
- Ketepatan Berhenti: Apakah siswa berhasil berhenti pada titik yang tepat saat aba-aba diberikan, tanpa terdorong maju atau mundur.
- Keseimbangan saat Berhenti: Kemampuan siswa untuk menjaga keseimbangan setelah menghentikan gerakan.
- Kesigapan Merespon Isyarat: Kecepatan siswa dalam memahami dan merespon aba-aba dari guru.
- Tips Guru: Variasikan waktu dan isyarat untuk berhenti agar siswa tidak menebak-nebak. Perhatikan siswa yang memiliki kesulitan dalam menghentikan momentum gerak, berikan bimbingan individual.
Contoh Soal Praktik Gerak Non-Lokomotor
Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa memindahkan tempat. Gerakan ini penting untuk kelenturan, keseimbangan, dan kekuatan otot.
Contoh Soal 1: Gerakan Membungkuk dan Meluruskan Badan
- Tujuan Pembelajaran: Melatih kelenturan otot-otot di area punggung dan kaki, serta mengajarkan kontrol gerakan tubuh saat meregangkan dan kembali ke posisi semula.
- Instruksi Pelaksanaan:
- Siswa berdiri tegak dengan kedua kaki rapat atau sedikit terbuka.
- Guru memberikan instruksi untuk membungkuk perlahan.
- Siswa membungkukkan badan ke depan sejauh mungkin, dengan berusaha menyentuh ujung jari kaki menggunakan ujung jari tangan (atau sedekat mungkin).
- Setelah beberapa saat dalam posisi membungkuk, siswa kembali meluruskan badan secara perlahan ke posisi tegak.
- Kriteria Penilaian:
- Kelenturan saat Membungkuk: Seberapa jauh punggung dan kaki dapat dilenturkan.
- Kelurusan Punggung (jika memungkinkan): Tingkat kelurusan punggung saat membungkuk, hindari membungkuk hanya dari pinggang.
- Kontrol Gerakan: Kelancaran dan kehalusan gerakan saat membungkuk dan kembali ke posisi tegak.
- Tips Guru: Tekankan bahwa gerakan harus dilakukan secara perlahan dan bertahap. Hindari siswa memaksakan diri hingga merasa sakit. Guru dapat mendemonstrasikan perbedaan antara membungkuk dari pinggang dan membungkuk dengan melibatkan punggung.
Contoh Soal 2: Gerakan Memutar Lengan dan Pergelangan Tangan
- Tujuan Pembelajaran: Melatih mobilitas dan fleksibilitas sendi-sendi di area bahu dan pergelangan tangan, yang penting untuk berbagai aktivitas fisik.
- Instruksi Pelaksanaan:
- Siswa berdiri tegak dengan posisi lengan rileks di samping tubuh.
- Guru menginstruksikan untuk memutar kedua lengan ke depan (arah searah jarum jam) sebanyak 5 kali dengan gerakan yang terukur.
- Selanjutnya, siswa memutar kedua lengan ke belakang (arah berlawanan jarum jam) sebanyak 5 kali.
- Terakhir, siswa memutar pergelangan tangan searah jarum jam sebanyak 5 kali, lalu berlawanan arah jarum jam sebanyak 5 kali.
- Kriteria Penilaian:
- Kelancaran Gerakan: Apakah putaran lengan dan pergelangan tangan dilakukan dengan lancar tanpa tersendat.
- Jangkauan Putaran: Seberapa besar lingkaran yang dibuat oleh lengan dan pergelangan tangan saat berputar.
- Kontrol Gerakan: Apakah gerakan terkontrol dan tidak terlalu kaku atau lemas.
- Tips Guru: Lakukan demonstrasi yang jelas dan terukur. Minta siswa untuk merasakan gerakan pada sendi mereka. Tekankan pentingnya pemanasan sendi sebelum melakukan aktivitas yang lebih berat.
Contoh Soal 3: Gerakan Mengayunkan Kaki ke Depan dan ke Samping
- Tujuan Pembelajaran: Melatih keseimbangan tubuh saat berdiri dengan satu kaki dan melatih kekuatan serta kelenturan otot-otot tungkai.
- Instruksi Pelaksanaan:
- Siswa berdiri tegak dengan satu kaki sebagai tumpuan, sementara kaki lainnya diangkat sedikit dari lantai.
- Guru menginstruksikan untuk mengayunkan kaki yang bebas ke depan sejauh mungkin, lalu kembali ke posisi semula. Lakukan sebanyak 3 kali.
- Selanjutnya, siswa melakukan gerakan mengayunkan kaki yang sama ke arah samping (ke luar tubuh) sejauh mungkin, lalu kembali ke posisi semula. Lakukan sebanyak 3 kali.
- Gerakan diulangi dengan kaki tumpuan yang berbeda.
- Kriteria Penilaian:
- Keseimbangan saat Mengayun: Kemampuan siswa menjaga keseimbangan tubuh agar tidak jatuh saat mengangkat dan mengayunkan kaki.
- Jangkauan Ayunan Kaki: Sejauh mana kaki dapat diayunkan ke depan dan ke samping.
- Kontrol Gerakan: Apakah gerakan ayunan dilakukan dengan terkontrol dan tidak asal-asalan.
- Tips Guru: Sediakan pegangan (seperti tembok atau kursi) bagi siswa yang mengalami kesulitan menjaga keseimbangan. Fokus pada gerakan yang terkontrol daripada kecepatan. Berikan apresiasi atas usaha siswa dalam menjaga keseimbangan.
Contoh Soal Praktik Gerak Manipulatif
Gerak manipulatif adalah gerakan yang melibatkan penggunaan alat, seperti bola, tongkat, atau raket. Keterampilan ini melatih koordinasi mata-tangan atau mata-kaki.
Contoh Soal 1: Melempar Bola ke Sasaran
- Tujuan Pembelajaran: Melatih kemampuan siswa dalam melempar bola dengan akurasi dan kekuatan yang terkontrol menuju sasaran.
- Instruksi Pelaksanaan:
- Siswa berdiri di garis lempar yang telah ditentukan (misal: 3 meter dari sasaran).
- Guru menunjukkan sasaran yang akan dilempar (misal: keranjang, lingkaran yang digambar di dinding, atau botol plastik).
- Siswa mengambil bola (misal: bola tenis atau bola plastik yang aman) dan melemparnya ke arah sasaran.
- Siswa melakukan lemparan sebanyak 5 kali.
- Kriteria Penilaian:
- Akurasi Lemparan: Berapa kali bola berhasil mengenai atau masuk ke dalam sasaran.
- Kekuatan Lemparan: Seberapa keras bola dilempar (sesuai proporsi untuk mencapai sasaran).
- Sikap Tubuh saat Melempar: Postur tubuh, gerakan lengan dan bahu yang benar saat melempar.
- Tips Guru: Pilih bola yang aman, mudah digenggam, dan memiliki bobot yang sesuai untuk anak usia kelas 3. Tentukan ukuran sasaran yang realistis. Berikan umpan balik positif untuk setiap lemparan, baik yang berhasil maupun yang belum.
Contoh Soal 2: Menangkap Bola Pantul
- Tujuan Pembelajaran: Melatih koordinasi mata-tangan dan kemampuan siswa untuk bereaksi serta menangkap bola yang memantul dari permukaan.
- Instruksi Pelaksanaan:
- Siswa berdiri tegak dengan kedua tangan siap di depan dada.
- Guru atau siswa sendiri memantulkan bola (misal: bola basket ukuran kecil atau bola karet) ke lantai di depan mereka.
- Siswa berusaha menangkap bola yang memantul kembali dengan kedua tangan.
- Siswa melakukan gerakan menangkap bola sebanyak 5 kali.
- Kriteria Penilaian:
- Ketepatan Waktu Menangkap: Apakah siswa menangkap bola pada saat yang tepat setelah memantul.
- Kelembutan Tangan saat Menangkap: Menggunakan tangan untuk "menyuap" bola, bukan menahan dengan kaku.
- Tidak Menjatuhkan Bola: Kemampuan siswa untuk mengamankan bola setelah ditangkap.
- Tips Guru: Gunakan bola yang memiliki pantulan baik dan tidak terlalu keras. Tunjukkan posisi tangan yang tepat untuk menangkap bola (jari-jari terbuka, membentuk "mangkuk"). Instruksikan siswa untuk selalu fokus pada bola.
Contoh Soal 3: Menendang Bola ke Dinding
- Tujuan Pembelajaran: Melatih kemampuan siswa dalam menendang bola dengan arah yang tepat dan kekuatan yang terkontrol ke arah sasaran.
- Instruksi Pelaksanaan:
- Siswa berdiri di depan dinding yang rata dan aman.
- Guru memberikan instruksi untuk menendang bola (misal: bola plastik atau bola sepak ukuran kecil) ke arah dinding.
- Siswa melakukan tendangan ke arah dinding sebanyak 5 kali.
- Kriteria Penilaian:
- Arah Tendangan: Apakah tendangan mengarah ke sasaran yang ditentukan di dinding.
- Kekuatan Tendangan: Seberapa keras bola ditendang (sesuai proporsi untuk mencapai dinding).
- Posisi Kaki saat Menendang: Penggunaan bagian depan kaki (punggung kaki atau sisi dalam kaki) yang benar.
- Ketepatan Sasaran: Seberapa sering tendangan mengenai area yang dituju di dinding.
- Tips Guru: Gunakan bola yang tidak terlalu keras agar aman bagi siswa dan dinding. Tentukan area sasaran di dinding (misal: lingkaran yang digambar). Tekankan penggunaan bagian kaki yang benar untuk menendang.
Penilaian Sikap dan Pemahaman
Selain penilaian keterampilan gerak, guru juga perlu mengobservasi dan menilai sikap siswa selama kegiatan praktik. Hal ini dapat dilakukan melalui:
- Observasi Langsung: Mengamati perilaku siswa seperti kedisiplinan mengikuti instruksi, kemampuan bekerja sama dengan teman saat ada tugas kelompok, sikap sportivitas (menerima kekalahan atau kemenangan teman), serta antusiasme dan kemauan untuk berpartisipasi aktif.
- Pertanyaan Lisan Singkat: Setelah sesi praktik, guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan sederhana untuk mengukur pemahaman siswa, misalnya:
- "Mengapa penting melakukan pemanasan sebelum berolahraga?"
- "Sebutkan satu contoh gerak lokomotor yang kamu pelajari hari ini dan jelaskan kapan kamu bisa melakukannya dalam kehidupan sehari-hari."
- "Apa yang harus kamu lakukan agar tidak terjatuh saat menangkap bola?"
Penutup
Contoh-contoh soal praktik PJOK kelas 3 SD semester 1 ini dirancang untuk mengukur penguasaan gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif, serta aspek sikap dan pemahaman. Penting bagi guru untuk terus melakukan variasi dalam latihan dan penilaian agar pembelajaran PJOK tetap menarik dan relevan bagi siswa. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang positif, suportif, dan menyenangkan, guru dapat mendorong siswa untuk terus aktif bergerak, mengembangkan potensi fisik mereka, dan menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Mendorong siswa untuk terus berlatih di luar jam pelajaran akan semakin memperkuat keterampilan yang telah mereka kuasai.

Leave a Reply